Sunday 14 August 2016

Membuat Sendiri Pupuk Cair Parangsang Bunga dan Buah

Larutan A


Berikut adalah racikan pupuk perangsang bunga dan buah, masih harus diujicoba keefektifannya.

Bahan baku :


  1. Buah-buahan yang busuk
  2. Air cucian beras
  3. Air kelapa

Cara Pembuatan


Air cucian beras dan air kelapa dimasukkan kedalam derijen. Kemudian buah-buahan yang busuk dihancurkan, setelah dihancurkan masukken ke dalam derijen yang telah berisi air cucian beras dan air kelapa. Simpan selama 15 hari. Proses ini harus berlangsung secara aerob yang artinya, harus ada aliran udara yang masuk ke derijen ini. Setelah 15 hari airnya disaring, dan air inilah yang kita pakai, yang kita sebut sebagai Larutan A. Endapan yang tersisa, bisa dijadikan pupuk juga. 

Larutan A ini sangat baik untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.

Larutan B 


Bahan baku : 

  1. Serabut kelapa 2 Kg
  2. Air 1 Liter

Cara Pembuatan 


Serabut kelapa ditumbuk kemudian dimasukkan ke derijen yang sudah beriisi air. Tutup tapi sediakan ventilasi udara, karena proses ini berlangsung secar aerob. Biarkan selama 2 minggu, setelah 2 minggu saring dan buang ampasnya. Air yg telah disaring ini lah yang akan digunakan. Air ini dapat digunakan secara langsung dengan disemprotkan ke tanaman, kabarnya, air ini dapat memperkuat batang tanaman dan merangsang pertumbuhan bunga. 

Aplikasi di Lahan 


Pertama-tama, buat larutan induk dengan mencampur larutan A dan B. Larutan induk ini nantinya dicampur dengan air. Tinggal bereksperimen saja, berapa racikan yang paling optimal untuk di lahan kita. Untuk percobaan awal, kita bisa mencoba dengan campuran 1cc/liter air.

Waktu Penyemprotan


Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi hari antara jam 07.00 s.d 11.00

Usahakan penyemprotannya dalam bentuk kabut. 


Monday 11 July 2016

Menghidupkan Tanah Tandus

Status : Draft

Memiliki tanah yang tandus tapi ingin digunakan untuk bercocok tanam ? Mari kita baca referensi-referensi berikut.

Silahkan tambahkan di komentar jika ada referensi-referensi yang lain.

Referensi


  1. Soil ‘booster shots’ could turn barren lands green, http://www.sciencemag.org/news/2016/07/soil-booster-shots-could-turn-barren-lands-green

Saturday 28 May 2016

Sunday 20 March 2016

Meracik Sendiri NPK Organik

Ada 3 bahan utama yang harus ada.. meliputi POC urine, mol pelepah pisang dan rendaman sabut kelapa. bahan-bahan tersebut mempunyai kandungan yg berbeda-beda. antara lain : poc urin mengandung Unsur dominan N, mol pelepah pisang mengandung unsur dominan P sedangkan rendaman sabut kelapa mengandung usnur dominan K.

Masih bingung cara membuat masing-masing bahan, akan saya jelaskan cara pembuatanya POC urine

  1. urine 20 liter (terserah mau urine apa)
  2. air kelapa 20 liter
  3. rotan, em4,dan sejenisnya 1 liter
  4. gula/tetes : 1kg/1liter


cara buat

semua bahan d fermentasi anaerob (tertutup) minimal 2 minggu MOL pelepah pisang bahan :
  1. pelepah pisang
  2. air bekas cucian beras/leri
  3. tetes/gula kira-kira saja



cara buat

cacah pelepah pisang lalu padatkan dalam wadah, klo sdh pada masukan air bekas cucian beras dan tetes/gula.. fermentasi kurang lebih minimal 2 minggu rendaman sabut kelapa bahan utama sabut kelapa dan air cara buat rendam sabut kelapa minimal 2 minggu semakin lama semakin bagus kalau ketiga bahan sudah tersedia waktunya buat NPK organik ada dua macam NPK organik npk organik vegetatif dan NPK organik generatif untuk NPK organik vegetatif

campur ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 3:2:1

  • 3 POC urien
  • 2 Mol pelepah pisang
  • 1 rendaman sabut kelapa


untuk NPK organi generatif campur ketiga bahan tersebut dengan perbandingan 1:2:3
  • 1 poc urine
  • 2 mol pelepah pisang...
  • 3 rendaman sabut kelapa

untuk dosis pemakaian
kocor 1:20
  • 1 NPK
  • 20 air
untuk semprot 200ml/tangki ulangi aplikasi 1 minggu sekali semoga bermanfaat

 Referensi


  1. NPK Organik

Thursday 3 March 2016

Unsur Hara yang Dibutuhkan Tanaman

Edisi belajar mengenai unsur hara yg dibutuhkan tanaman.

Untuk sederhananya unsur hara biasanya dikelompokkan berdasarkan "jumlah/kuantitas" yg dibutuhkan oleh tanaman:
1. Makro: dibutuhkan dalam jumlah banyak (misal kg)
2. Mikro: dibutuhkan dalam jumlah sedikit (misal mg)
3. Trace element (TE): dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit (misal nano gram)

Berdasarkan fungsinya unsur hara disederhanakan ke dalam
1. Unsur Esensial: mutlak dibutuhkan kehadirannya sebagai bagian dari unsur pembentuk tanaman baik fase vegetatif maupun fase generatif. Jika terjadi defisiensi/kekurangan, biasanya akan terlihat jelas efeknya
2. Unsur Fungsional: dibutuhkan oleh tanaman2 tertentu tetapi banyak juga tanaman yg sangat toleran terhadap defisiensi unsur2 ini. Unsur fungsional biasanya mengarah pada unsur2 yg dibutuhkan pada proses enzimatis tanaman. Biasanya unsur hara fungsional sudah diketahui "kehadirannya" di dalam tanaman tetapi belum diteliti lbh jauh tentang fungsi2nya.

Pemupukan yg tepat "jumlah" (makro, mikro dan TE) dan tepat "jenis" (esensial dan fungsional) akan menghasilkan tanaman dgn pertumbuhan dan hasil seperti yg diinginkan (setiap tanaman berbeda kebutuhan jenis dan jumlah unsurnya)

Tips: pupuk kimia komersial (majemuk/NPK dan mikro foliar) bisa diberikan utk mendapatkan tepat "jumlah" dan tepat "jenis" bagi tanaman. Kombinasi dgn "kompos" akan lbh baik utk meningkatkan ketepatan "jenis" (bukan jumlah) karena kompos merupakan hasil dari proses demineralisasi bahan hidup yg asumsinya adl sudah tepat "jenis").

Karena masih taraf belajar, mohon koreksi dan masukannya .... sekian